Sabtu, 22 Maret 2014

(Renungan untuk wanita muda)

Seiring denyut nadi perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka aliran darah kawula muda pun semakin bergejolak. Bak dentuman musik yang mampu menggetarkan kaca jendela, gejolak itupun mampu menggetarkan sendi-sendi kehidupan di kalangan kawula muda saat ini. Sehingga agak sulit untuk membedakan positif dan negatif dari hentakan gejolak tersebut.

Hiruk pikuknya aktifitas kehidupan dunia saat ini seolah membuat banyak kalangan muda seperti kehilangan pegangan. Salah satu contoh yang begitu nampak adalah dari gaya berpakaian. Style demi style terus menerus menghantui pikiran dan prilaku dari anak muda masa kini. Dalam hitungan rentang waktu Tahun, bulan, bahkan sampai pada hitungan hari, mode & style berpakaian mampu mempengaruhi emosi remaja untuk berpacu mengikuti 'trend' paling 'wah'.

Yang sangat menyedihkan adalah gaya berpakaian masa kini begitu dahsyatnya sehingga mampu mengalahkan norma – norma agama. Yang penting mengikuti mode paling 'trendy', maka nilai-nilai agama dianggap 'kuno'. Dari model pakaian ketat ala 'full press body', sampai pada gaya berpakaian dengan 'baju setengah jadi' pun seolah sudah mengalir searah dengan aliran darah dan gejolak kawula muda.
Layak tidak layak, pantas tidak pantas, cocok tidak cocok, yang penting lagi 'Ngetrend'. Begitulah yang terjadi. Bahkan saat ini paling mengemuka istilah, yang "penting sexy!" Astaghfirullah !!

"Kamulah makhluk Tuhan, yang tercipta, yang paling sexy… Cuma kamu yang bisa… membuatku terus menjerit… ah… ah.. ah…" begitulah sepotong syair lagu yang lagi digandrungi oleh kalangan muda saat ini.
"Terlihat sexy, membuat kita semakin pede habis !" tutur seorang gadis masa kini.

Bahkan dikalangan artis penyanyi saat ini tidak sedikit yang mengekspresikan­ diri dengan berpakaian 'wah!'. Model baju yang terbuka sampai bagian tubuh yang seharusnya tertutuppun bukan lagi hal yang tabu untuk diperlihatkan untuk menjadi komsumsi publik. Ironisnya, begitu segelintir orang mencoba untuk memperingatkan,­ maka jawaban yang keluar dari mulut para artis tersebut adalah "ini adalah bagian dari seni. Beginilah caranya mengekspresikan­ sebuah hasil seni. Jadi gak perlu diributkan, ini khan hak azasi manusia !"

Begitulah yang terjadi saat ini. Seolah akhlak Islam sudah tidak ada artinya lagi, tertutup oleh kekuatan 'Hak Azasi Manusia' dan 'Ekspresi Seni'. Wanita Islam saat ini sudah begitu jauh melupakan betapa pentingnya 'menutup aurat'. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW ;

" Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakekatnya telanjang. Diatas mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu kaum yang terlaknat. Mereka tidak akan masuk surge dan juga tidak akan memperoleh bau wanginya, padahal wangi surga itu sudah dapat dicium dari perjalanan (jarak yang sangat jauh) sekian dan sekian " (HR.at Tabrani, Al Mu'jam As Shagir:223)

Wake up girl..! Do not think with your passion !
Cobalah untuk berpikir dengan hati nurani dan sebuah kejujuran yang mendalam. Apalagi kita seorang wanita muslim yang telah mempunyai batas-batas kesusilaan dan akhlak yang telah diatur dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Didalam Al Qur'anul Karim, Allah SWT telah memperingatkan kita sebagai wanita muslim untuk mempunyai akhlak islami dan bukan memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang seharusnya ditutup. Ada batasan-batasan­ yang telah ditetapkan bagi kaum wanita untuk memilih model pakaian yang masuk dalam kategori menutup aurat.

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara­ laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan­ laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS.An Nuur : 31)

Beginilah seharusnya kaum wanita berpakaian. Bukan hanya sekedar menuruti hawa nafsunya belaka untuk mengikuti 'trendy' masa kini.
Allah berfirman,

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat" (QS.Al A'raaf : 26)

Wake up girl ! Do something righteously a Muslimah !

Sadarlah ! Lakukanlah sesuatu selayaknya seorang Muslimah yang takut kepada Allah SWT. Wanita muslimah yang takut kepada Allah SWT, adalah wanita yang mau menutup auratnya. Tidak mengumbar dan menerbarkan fitnah oleh penampilan sexy tubuhnya.

Tidak sedikit pula wanita muslimah saat ini yang mengenakan Jilbab. Mulai dari anak sekolahan, mahasiswi sampai ibu rumah tangga, sudah mulai tergugah hatinya untuk memakai jilbab. Tapi sayangnya, tidak sedikit dari mereka belum mau memahami cara berjilbab menutup aurat) yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Banyak diantara wanita jaman sekarang memakai jilbab juga hanya sebatas mengikuti 'trendy' yang ada saat ini. Agar terlihat cantik, agar nampak islami, supaya dilihat alim, dan masih banyak niat yang lain yang hanya memperturutkan hawa nafsunya belaka, bahkan sebenarnya masih jauh dari cirri-ciri seorang Muslimah.

Jilbab Sexy, Jilbab Gaul
Menutup kepala dengan jilbab dan hanya sebatas leher bagian bawah, baju ketat (mengikuti lekuk tubuh dengan ala full press body), celana jeans ketat, mawarnai pola berjilbab wanita masa kini. Padahal mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya cara berjilbab seperti itu tidak ubahnya dengan model pakaian masa kini yang cenderung menampilkan keseksian tubuh
"Yang penting khan berjilbab ! Daripada tidak sama sekali !" begitulah alasan yang paling sering muncul ke permukaan.

Padahal jelas bahwa cara menutup aurat bagi wanita telah diterangkan didalam Islam sesuai sabda Rasulullah SAW ;
"Hai Asma'! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)­" (HR. Abu Dawud dalam Sunannya dengan sanad sahih).

Allah SWT berfirman,

"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu­, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (QS. Al Ahzaab : 59)

Kata "menjulurkan jilbab" berarti memanjangkan jilbabnya keseluruh tubuh. Bukan seperti jilbab yang saat ini lagi trendy. Hal ini menunjukkan bahwa "wajib"nya menutup aurat bagi kaum wanita.

Pernah suatu hari Rasulullah SAW duduk sambil menangis. Sahabat Ali bin Abi Thalib bertanya, "wahai Rasulullah, apa yang terjadi? Apa gerangan yang membuatmu menangis?"
Beliau bersabda, "wahai Ali, ketika naik pada malam Mi'raj, aku menyaksikan kaum wanita dari umatku mengalami siksa pedih. Disebabkan siksa pedih itulah aku menangis!"

Lalu putri beliau Fatimah bertanya, "Apa yang ayah saksikan sehingga menimbulkan pengaruh seperti ini?" Lalu Rasulullah bersabda, "Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan rambutnya, sementara otaknya mendidih. Allah menyiksanya karena wanita tersebut tidak mau menutup rambutnya dari pandangan pria bukan muhrim".

Lalu beliau melanjutkan sabdanya, "Aku melihat seorang wanita yang menyayat tubuhnya sendiri, kemudian dipaksa untuk memakannya, dan api menyembur dari lidahnya. Allah SWT menyiksanya karena wanita itu menampakkan perhiasan dan memamerkan tubuhnya dihadapan pria yang bukan muhrimnya".

Demikianlah yang di isyaratkan oleh Rasulullah SAW tentang siksa bagi wanita yang tidak mau menutup auratnya semasa hidup di dunia.

Bahkan dikehidupan dunia ini, wanita-wanita yang tidak mau menutup auratnya secara benar, tidak akan mendapatkan ketenangan hidup yang sebagaimana mestinya.

Wahai pemudi muslimah, getarkan hatimu. Buka lebar-lebar mata dan telinga anda. Biarkan hati nuranimu berbicara. Buang sedikit ego dalam dirimu. Cobalah renungkan makna dari segala perintah Allah SWT dan nasehat-nasehat­ Rasulullah SAW.

Bertaubatlah !! Tutuplah Auratmu !!
Jangan biarkan syetan menguasai dirimu. Jangan biarkan anda larut dalam bisikan-bisikan­ syetan, seperti,
" Sudahlah, jangan terlalu dipikirin, menutup aurat itu tidak wajib, menutup aurat itu hanya wajib bagi wanita yang sudah tua, atau kamukan masih sangat muda, masih banyak waktu untuk bertaubat dan belum saatnya sekarang".

Dan apabila anda sudah memakai jilbab, maka kembali syetan membisikkan, "kamu sudah benar untuk memakai jilbab, tapi bukan berarti kamu gak bisa sexy lagi. Jilbab sexy juga gak apa koq, yang pentingkan kepala sudah pakai jilbab. Baju dan celana ketat khan lagi trendy…!"

Begitulah saudariku, syetan tidak akan pernah berhenti untuk selalu mempengaruhi dan mengajak kita kejalan yang sesat sehingga kita mendapatkan murka Allah SWT.

Jangan hanya selalu mengikuti apa yang telah kebanyakan orang lakukan. Tanpa kita sadari bahwa budaya barat telah merasuki kehidupan kita. Budaya jahiliyah selalu mencoba untuk meracuni kehidupan kita sehingga kita jauh dari Islam.
Bahkan pendapat yang mengatakan bahwa "apa gunanya berjilbab kalau hati tidak dijilbabkan dulu ! jilbabkan dulu hati baru kita berjilbab !" adalah pendapat yang sangat keliru yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang jauh dari keimanannya untuk menjauhkan kita agar mau menutup aurat.


Takutlah akan azab Allah SWT di hari Pembalasan nanti. Ingatlah bahwa 'kematian' akan datang setiap saat tanpa kita ketahui. Bahkan setelah anda membaca tulisan ini pun, kematian bisa saja menjemput anda.

Minggu, 09 Maret 2014

Menjadi Orang tua yang Ideal bagi Anak

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْن وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوُرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ 

لْاَنْبِيَاءِوَالَمُرْسَلِيْن سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمَّا بَعْدُ
Hadirin Rohimakumullah.
Ada sebuah pepatah mengatakan,…
Jika anak dibesarkan dengan Permusuhan, Ia belajar Berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan Dorongan, Ia belajar Percaya Diri
Jika anak dibesarkan dengan Pujian, Ia belajar Menghargai
Jika anak dibesarkan dengan Kasih Sayang dan Persahabatan, Ia belajar Menemukan Cinta dan Kehidupan.
Hadirin Rohimakumullah.
Menjadi Orang  tua ideal sungguh tak segampang membalikkan telapak tangan. Lebih mudah mengucapkannya dari pada mempraktikkannya. Akan tetapi, setiap orang harus mempunyai impian untuk menjadi orang tua yang ideal. Sebab, setiap manusia akan mengalami fase yang mesti ditempuh, yakni menjadi orang tua. Pada saat itulah, jika ingin memiliki anak yang berbakti dan shalih, maka tidak ada pilihan kecuali bersedia dan berusaha untuk menjadi orang tua yang ideal.
Dalam Islam, orang tua memiliki kedudukan yang sangat tinggi terhadap anak-anaknya. pemuliaan yang tidak diberikan Allah selain kepada orang tua. Al-Qur’an telah banyak memberikan isyarat dan tuntunannya kepada manusia tentang bagaimana mendudukkan orang tua sebagai objek pengabdian dan bakti yang cukup penting. Allah Swt. Berfirman:

(#rßç6ôã$#ur ©!$# Ÿwur (#qä.ÎŽô³è@ ¾ÏmÎ/ $\«øx© ( Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $YZ»|¡ômÎ) ÇÌÏÈ 

Artinya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua….” (QS. An-Nisaa’ [4]: 36)
Hadirin Rohimakumullah.
Akan tetapi, perlu disadari oleh para orang tua bahwa kedudukan dan kemuliaan yang begitu tinggi itu tidak diberikan oleh Allah Swt secara cuma-Cuma. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk mencapai posisi tersebut. Keutamaan derajat yang diberikan oleh Allah Swt. Itu rupanya menuntut kewajiban dan tanggung jawab besar yang harus ditunaikan orang tua kepada anak-anaknya itulah harga yang harus dibayarkan, sebanding dengan tingginya posisi yang diberikan.
Untuk mempertanggung jawabkan diberikan oleh Allah Swt tersebut, orang tua harus senantiasa berusaha memikul tanggung jawab itu dengan sebaik-baiknya. Ia harus mampu mengembang amanah itu dengan penuh kesungguhan. Ia harus selalu berusaha untuk menjadi orang tua yang ideal bagianak-anaknya. Dan untuk lebih jelas mengenai apa dan bagaimana orang tua ideal itu, berikut ini akan saya paparkan sebagai berikut:
1.     Ideal dalam Tanggung Jawab
Secara umum, ada tiga tanggung jawab pokok yang harus dipikul oleh setiap orang tua.Tiga hal yang prinsip ini mencakup berbagai macam elemen penting dalam kehidupan seorang anak. Jika satu saja dari ketiga hal pokok tersebut gagal dilaksanakan, maka gagallah ia menjadi orang tua yang ideal. Nopo mawon buk, mbaak,, !!!
a.       Orang Tua Harus Mampu Menjadi Pemimpin
b.      Memberi Nafkah
c.       Mendidik

2.     Ideal dalam Berhubungan dengan Anak
Hubungan yang baik selalu didasarkan pada sikap saling memahami dan tidak ada yang merasa bahwa yang satu lebih penting dari yang lain, yang satu lebih merasa benar dari yang lainnya. Begitu juga dalam keluarga sejatinya, pola hubungan yang baik antara anak dengan orang tua dapat memberi manfaat dalam kebaikan.
Betapa bahagianya orang tua ketika menyaksikan seorang anak yang selalu bersemangat dalam mencari ilmu serta antusias mengembangkan bakat dan segala potensinya. Subhanallaaahhh….., sebaliknya, betapa sedihnya mereka jika anak tidak bersemangat, tidak ingin apa-apa, keras kepala, selalu ingin menang sendiri, menutup telinga terhadap nasihat yang baik, bahkan tidak pernah membuat orang tuanya bahagia. Naudzubillah.
Ada hal yang harus menjadi kesepahaman bersama antara orang tua dengan anak dalam masalah hubungan atau komunikasi. Yaitu, Selaluberkomunikasi, komunikasi menyebabkan hubungan orang tua dan anak terjalin dengan baik. Karena dalam komunikasi, orang tua dan anak sama-sama bersedia untuk saling memahami. Bersahabat dengan anak, setiap orang, apalagi anak-anak, membutuhkan orang lain sebagai tempat berbagi, bercerita, bercanda, dan berkelu-kesah. Sudah barang tentu, orang tualah pihak yang paling tepat menjadi tempat curhat anak. Karena, orang tua lebih memahami dan memiliki harapan-harapan tertentu pada anak.

Hadirin Rohimakumullah.
Maka dari itu marilah kita mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang ideal bagi anak-anak kita. Mungkin sebagian orang tua, menjadi sahabat bagi anak mungkin bukan hal biasa dan mudah karena mereka beranggapan bahwa itu adalah hal yang wajar. Akan tetapi, bagi sebagian lainnya, hal itu sangatlah sulit. Tidak mungkin mereka menjadi sahabat bagi anak yang notebane berusia lebih muda darinya. Namun, bagaimana pun, orang tua harus belajar menjadi sahabat anak. Sebab, dengan begitu, akan lebih mudah bagi orang tua untuk mendidik dan menjalin hubungan dengan anak.
Hadirin Rohimakumullah,

اخر الكلم
والله موفق الى اقوم الطارق
والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته
Kunci Sukses Mencapai Cita-cita

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْن وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوُرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ لْاَنْبِيَاءِوَالَمُرْسَلِيْن سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمَّا بَعْدُ
Hadirin Rohimakumullah.
Kunci sukses menurut Al-Qur’an surat Ali Imran [3], ayat 160, yang artinya,“Jika Allah menolongkamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkankamu, jika Allah membiarkankamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolongkamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”.
Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada kesuksesan sesungguhnya Allah Azzawa Jallalah yang menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip yakni sukses dengan karena pertolongan Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan menara tonggak kesuksesan.
Hadirin Rohimakumullah.
Kunci sukses disini saya singkat menjadi “AKU”…………
A = Ambisi, (Keinginan yang kuat untuk mewujudkan cita-cita)
Jadi, Jika ,seseorang mempunyai suatu cita-cita harus mempunyai keinginan yang kuat agar cita-cita itu bisa terwujud, tapi juga harus disesuaikan dengan usaha yang kita lakukan. Misalnya, seseorang mahasiswa ingin menyelesaikan studi tepat waktu dan dengan nilai yang memuaskan, keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajar serta mempersiapkan fisik dan fikiran dengan baik lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajar sedemikian rupa.
Hadirin Rohimakumullah.
K = Keinginan, (Keinginan tersebut harus di sesuaikan dengan  kemampuan)
Jadi, kalau kita mempunyai suatu keinginan itu harus sesuai dengan kemampuan kita, misalnya, kalau kita ingin menjadi dokter, tapi sekolahnya di pertanian, Nyambuung apa Nyambuung.. Padahal kalau dia jadi dokter dia juga takut sama Jarum, Darah, Mayat,,, maka dari itu suatu keinginan kita harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Tidak bisa kita memaksa keinginan kita yang tadinya ingin menjadi dokter yang ada malah terjadi dokter gadungan, terus membuka mal praktek gadungan, sehingga terjadi kematian setelah itu kita masuuk penjara. Naudzubillah..
            U = Usaha dan Do’a, (Usaha yang disertai do’a, akan menjadi orang yang bersyukur. Do’a yang tanpa disertai usaha akan menjadi hampa)
Para hadirin Rohimakumullah, kalau kita sudah berusaha dan juga disertai dengan do’a kita akan menjadi orang yang bersyukur serta bahagia, tetapi kita juga harus bersabar dalam menjalaninya. Dalam hadits dijelaskan “Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah do’a”. (HR. athTabrani). “Berjuang-berjuang, sekuat tenagaa, Tapi jagan lupaa, perjuangan harus pula disertai do’a”.. Dan juga ditegaskan lagi dalam Al-Qur’an….
$ygƒr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ  
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Baqarah[2]: 153)
Sedangkan kalau kita berdo’a tanpa disertai usaha akan menjadi hampa, seperti yang di jelaskan pada surat Ar-Ra’d [13]: 11
žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 ÇÊÊÈ  
Artinya,
“Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan”

HadirinRohimakumullah
Adapun ciri-ciri kesuksesan dijelaskan didalam Al-Qur’an surat At Thalaq[65]: 2-3 yang artinya, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluann)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagitiap-tiap sesuatu”.
Jadi, kesuksesan dapat di raih dengan bertakwa yaitu, menjalankan perintah Allah dan menjahui larangannya, kemudian kita berusaha dengan apa yang kita cita-citakan, setelah itu kita bertawakkal kepada Allah (pasrah atas hasil usaha kita).
Hadirin Rohimakumullah
Keberhasilan bukan untuk diramalkan, tetapi untuk dibangun.

اخر الكلم
والله موفق الى اقوم الطارق
والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته