Kunci Sukses
Mencapai Cita-cita
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْن وَبِهِ
نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوُرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ
عَلَى اَشْرَفِ لْاَنْبِيَاءِوَالَمُرْسَلِيْن سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى
الِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمَّا بَعْدُ
Hadirin Rohimakumullah.
Kunci sukses menurut Al-Qur’an surat Ali Imran [3], ayat 160, yang
artinya,“Jika Allah menolongkamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkankamu,
jika Allah membiarkankamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan
yang dapat menolongkamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada
Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”.
Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada
kesuksesan sesungguhnya Allah Azzawa Jallalah yang menolong segala urusan kita.
Dengan kata lain apabila kita meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yang
berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip
yakni sukses dengan karena pertolongan Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi
yang harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan menara tonggak kesuksesan.
Hadirin Rohimakumullah.
Kunci sukses disini saya singkat menjadi “AKU”…………
A = Ambisi, (Keinginan yang kuat untuk mewujudkan cita-cita)
Jadi, Jika ,seseorang mempunyai suatu cita-cita harus mempunyai keinginan
yang kuat agar cita-cita itu bisa terwujud, tapi juga harus disesuaikan dengan usaha
yang kita lakukan. Misalnya, seseorang mahasiswa ingin menyelesaikan studi
tepat waktu dan dengan nilai yang memuaskan, keinginan itu bisa tercapai apabila
ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajar serta mempersiapkan fisik dan
fikiran dengan baik lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajar sedemikian
rupa.
Hadirin Rohimakumullah.
K = Keinginan, (Keinginan tersebut harus di sesuaikan dengan kemampuan)
Jadi, kalau kita mempunyai suatu keinginan itu harus sesuai dengan kemampuan
kita, misalnya, kalau kita ingin menjadi dokter, tapi sekolahnya di
pertanian, Nyambuung apa Nyambuung.. Padahal kalau dia jadi dokter dia juga takut
sama Jarum, Darah, Mayat,,, maka dari itu suatu keinginan kita harus disesuaikan
dengan kemampuan kita. Tidak bisa kita memaksa keinginan kita yang tadinya ingin
menjadi dokter yang ada malah terjadi dokter gadungan, terus membuka mal
praktek gadungan, sehingga terjadi kematian setelah itu kita masuuk penjara. Naudzubillah..
U = Usaha dan Do’a,
(Usaha yang disertai do’a, akan menjadi orang yang bersyukur. Do’a yang tanpa disertai
usaha akan menjadi hampa)
Para hadirin Rohimakumullah, kalau kita sudah berusaha dan juga disertai
dengan do’a kita akan menjadi orang yang bersyukur serta bahagia, tetapi kita juga
harus bersabar dalam menjalaninya. Dalam hadits dijelaskan “Sesungguhnya bersyukur
akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah do’a”. (HR. athTabrani). “Berjuang-berjuang,
sekuat tenagaa, Tapi jagan lupaa, perjuangan harus pula disertai do’a”.. Dan
juga ditegaskan lagi dalam Al-Qur’an….
$ygr'¯»t z`Ï%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# Îö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al
Baqarah[2]: 153)
Sedangkan kalau kita berdo’a tanpa disertai usaha akan menjadi hampa,
seperti yang di jelaskan pada surat Ar-Ra’d [13]: 11
cÎ) ©!$# w çÉitóã $tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 ÇÊÊÈ
Artinya,
“Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan”
HadirinRohimakumullah
Adapun ciri-ciri kesuksesan dijelaskan didalam Al-Qur’an surat At
Thalaq[65]: 2-3 yang artinya, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya
Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah,
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluann)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagitiap-tiap sesuatu”.
Jadi, kesuksesan dapat di raih dengan bertakwa yaitu, menjalankan perintah
Allah dan menjahui larangannya, kemudian kita berusaha dengan apa yang kita cita-citakan,
setelah itu kita bertawakkal kepada Allah (pasrah atas hasil usaha kita).
Hadirin Rohimakumullah
Keberhasilan bukan untuk diramalkan, tetapi untuk dibangun.
اخر الكلم
والله موفق الى اقوم الطارق
والسلام عليكم ورحمه
الله وبركاته
alhamdulillah, trimakasih pencerahannya Nyai. coba ke depan dipercantik lagi bahasanya. ditunggu pencerahan-pencerahan lainnya ya.
BalasHapusAKU, Ambisi + keinginan + usaha dan do'a..
BalasHapusHarus segera diterapkan dalam hidup..
trimakasih mbak :))
siiph.. siapa yang bersungguh-sungguh menggapai cita dihari esok pasti akan kita dpatkan !!
BalasHapusNice,.." Semoga Tercapai Cita-citanya dan Ilmunya manfa'at nYaii..:)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussangat pas untuk kita terapkan...
BalasHapusUsaha dan Do'a menjadi titik pusat dalam meraih cita2...
sukses untuk kedepannya..
jadilah Da'iyah yg memberikan motivasi bagi para mad'u nya... :)
Subhanallah.. smg kita kelak menjadi ibu yg ideal buat anak2 kita :)
BalasHapusamiin... semoga kita semua nantinya menjadi ortu yang ideal
BalasHapusSubhanallah,.. smga kita temasuk hamba2Nya yg ideal dunia akhirat... aamiin..
BalasHapusسُبْحَانَ اللّه
BalasHapuskata2 yang bisa memotifasi "Keberhasilan bukan untuk diramalkan, tetapi untuk dibangun"
sip bebh........
BalasHapusSubhaanAllaah, terima kasih ilmunya, tetap semangat dalam berkarya, baarakallaah :)
BalasHapussmga dapat menginspirasi dan memotivasi kawula muda saat ini untuk tetap menjaga dan memperkokoh keimanannya di zaman yg serba modern saat ini...Fastabiqul Khoirot!
BalasHapus